Beranda Tentang Kami Pelayanan Download Hubungi Kami Indonesia English

Oleh:
Ni Made Citra Dewi,A.Md.Gizi, SSTGz

Editor & Layout:
Tim Web UPT.Puskesmas Kuta I

ANEMIA PADA REMAJA PUTRIc
 

Rabu, 28 September 2016

Remaja memiliki banyak kegiatan, seperti sekolah dari pagi hingga siang, diteruskan dengan kegitan ekstrakulikuler sampai sore, belum lagi kalau ada les atau kegiatan tambahan lain. Semua kegiatan ini membuat mereka tidak sempat makan, apalagi memikirkan komposisi dan kandungan gizi dari makanan yang masuk ke tubuh kita. Akibatnya para remaja sering merasa lemas, kecapaian dan tidak bertenaga. Namun kondisi cepat lelah tadi bias juga disebabkan anemia atau yg dalam bahasa sehari-hari disebut kurang darah.

Anemia adalah suatu keadaan,dimana jumlah eritrosit (sel darah merah ) atau kadar HB dalam darah kurang dari normal ( HB <12 g%). Penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti pendarahan hebat, kurangnya kadar zat besi dalam tubuh, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin B12, cacingan, leukemia (kanker darah putih),penyakit kronis dan sebagainya.

Pada orang sehat , butir-butir darah merah mengandung hemoglobin, yaitu sel darah merah bertugas untuk membawa oksigen serta zat gizi lain seperti vitamin dan mineral ke otak dan kejaringan tubuh lain. Anemia terjadi bila jumlah sel darah merah secara keeluruhan atau jumlah HB dalam darah merah berkurang. Dengan berkurangnya HB ataupun darah merah, tentunya kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, tubuh kita juga kurang mendapat pasokan oksigen, yang menyebabkan tubuh lemas dan cepat lelah.

Jenis anemia yg sering timbul adalah kekurangan zat besi, yang terjadi bila kita kehilangan banyak darah dari tubuh(baik karena pendarahan luka ataupun menstruasi), ataupun karena makanan yg kita konsumsi kurang mengandung zat besi. Infeksi cacing tambang, malaria ataupun disentri juga bias menyebabkan kekurangan darah yang parah. Ada beberapa tahap sampai tubuh kita kekurangan zat besi. Berawal dari simpanan zat besi dalam tubuh menurun, dengan menurunnya zat besi produksi hemoglobin dan les darah merah juga berkurang.

Anemia sangat erat dengan masalah reproduksi (terutama pada perempuan). Jika perempuan mengalami anemia, maka akan menjadi sangat berbahaya pada waktu hamil dan melahirkan. Perempuan yang menderota anemia berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah ( kurang dari 2,5 kg). Disamping itu, anemia dapat menyebabkan kematian baik ibu maupun bayi pada proses persalinan.


Tanda-tanda anemia:



Akibat Anemia :


Remaja putri lebih beresiko menderita anemia daripada putra. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Setiap bulan remaja putrid mengalami menstruasi.
    Remaja putri yg mengalami menstruasi yg banyak selama lebih dari lima hari di khawatirkan akan kehilangan zat besi ( membutuhkan zat besi pengganti) lebih banyak daripada remaja putri yang menstruasinya hanya tiga hari dan sedikit.
  2. Remaja putri sering kali menjaga penampilan, ingin kurus sehingga berdiet dan mengurangi makan. Diet yang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh akan menyebabkan tubuh kekurangan zat penting seperti zat besi

Untuk mencegah kekurangan zat besi , kita sebaiknya mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Zat besi dapat di peroleh dari daging , telur, ikan, ayam serta hati. Pada sayuran , zat besi dapat ditemukan pada sayuran yang berwarna hijau gelap seperti bayam, kangkung, buncis, kacang polong serta kacang-kacangan lain.

Penanganan anemia dengan cara sebagai berikut :




  1. Untuk mencegah anemia pada remaja putri (12-18 tahun) dianjurkan mengkonsusmsi 1 Tablet tambah darah setiap minggu.
    Yang perlu dihindari saat mengkonsumsi Tablet Tambah Darah adalah Sebagai berikut:
    Susu : Susu hewani mengandung Ca dalam jumlah tinggi yang dapat menurunkan penyerapan zat besi di mukusa usus
  2. The dan kopi : mengandung fitat dan tannin yang dapat mengikat zat besi dan senyawa kompleks yang tidak dapat diserap oleh tubuh.
  3. Obat sakit maag : berfungsi melapisi permukaan lambung yang menyebabkan penyerapan zat besi terhambat.
  4. Tablet Kalsium (Kalk) : kalsium akan menghambat penyerapan zat besi.

Cara Minum Tablet Tambah Darah :

  1. Minumlah dengan menggunakan air putih atau jus jeruk .
    Dimana jus yang mengandung vitamin C dapat meningkatkan penyerapan Tablet Tambah Darah.
  2. Minum Tablet Tambah darah sebelum tidur / malam hari karena penyerapan zat besi akan lebih optimal saat tidur.

Sumber : Buku Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan, dr. Merryana Adriani, SKM, M.Kes dan Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, M.S., MCN.,PH.D., SP.GK.

 

 

 

 

 

Pemerintah Kabupaten Badung
Dinas Kesehatan

UPT. Puskesmas Kuta I

Jl. Raya Kuta No. 117, Badung, Bali, Indonesia
Telp. (0361) 751311
Email: info@puskesmaskutasatu.com