Beranda Tentang Kami Pelayanan Download Hubungi Kami Indonesia English

 

Oleh:
dr. A. A. Istri Murwitha P. A.

Editor & Layout:
dr. A.A. Gde Putra Semara Jaya

Demam Chikungunya
 

Kamis, 25 Nopember 2010

Demam chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan lewat gigitan nyamuk. Awalnya demam chikungunya hanya ditemukan di negara-negara Asia dan Afrika, namun pada tahun 2006 CDC menemukan virus chikungunya di Amerika Serikat melalui tes PCR. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Tanzania pada tahun 1952–1953. Sementara di Indonesia sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1982. Virus pertama kali ditemukan pada tubuh manusia dan nyamuk, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dinyatakan bahwa virus ditularkan melalui gigitan nyamuk. Berdasarkan hasil penelitian juga ditemukan bahwa tidak semua nyamuk dapat berfungsi sebagai vektor virus ini. Terdapat 2 jenis nyamuk yang diketahui dapat menularkan virus chikungunya yaitu nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopictus. Keberadaan nyamuk ini akan meningkat terutama pada musim penghujan.


Aedes
albopictus

 

GEJALA DAN TANDA
Masa inkubasi demam chikungunya diperkirakan berlangsung selama 2-12 hari, paling sering selama 3–7 hari. Gejala yang timbul sangat mirip dengan gejala demam berdarah dengue. Hanya saja pada demam chikungunya gejala nyeri sendi (atralgia) lebih berat dan berlangsung lebih lama. Walaupun demikian, demam chikungunya lebih jarang menyebabkan ancaman kematian dibandingkan dengan demam berdarah dengue.
Gejala yang muncul diantaranya demam tinggi (38ºC-40ºC) yang berlangsung selama 2–3 hari, disertai dengan nyeri kepala, nyeri sendi, mual dan muntah, ruam kemerahan pada kulit, serta perasaan lemah. Keluhan penyerta ini biasanya berlangsung selama 1 – 7 hari.
Pada demam chikungunya ini, keluhan yang dominan adalah nyeri sendi. Nyeri biasanya muncul tidak hanya pada satu sendi, melainkan pada banyak sendi dan berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi yang lainnya. Sendi yang terasa nyeri biasanya sendi-sendi kecil seperti sendi tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan sendi kaki. Sendi yang lebih besar jarang terkena. Selain nyeri, terkadang muncul pembengkakan dan kemerahan pada sendi sehingga terjadi hambatan pergerakan sendi. Pada 5–10% pasien, keluhan nyeri sendi, kekakuan sendi, dan pembengkakan sendi ini dapat berlangsung hingga berhari-hari sampai setahun setelah demam menghilang. Berat ringannya komplikasi yang timbul sangat tergantung dari usia pasien. Semakin muda usia pasien maka komplikasi yang timbul akan semakin ringan.



PENATALAKSANAAN
Demam chikungunya, tidak seperti demam berdarah dengue, jarang menyebabkan kematian. Sehingga pasien tidak harus dirawat di rumah sakit. Penangan awal yang dapat dilakukan di rumah adalah memberikan obat penurun panas, obat penghilang nyeri, serta memastikan asupan cairan pasien cukup baik. Selain itu perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien, dengan cara makan makanan yang bergizi, cukup buah dan sayuran, serta cukup istirahat. Mengingat penyakit ini disebabkan oleh virus, pasien tidak perlu diberikan antibiotik, kecuali terbukti ada penyakit penyerta lain yang disebabkan oleh bakteri.


PENCEGAHAN
Tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus chikungunya. Hal yang dapat dilakukan hanyalah mencegah gigitan nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypty serta memberantas nyamuk penyebar virus ini.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gigitan nyamuk antara lain:
1. Sebisa mungkin mengenakan pakaian yang menutupi lengan dan tungkai apabila bepergian
2. Gunakan lotion anti nyamuk sepanjang hari
3. Gunakan kelambu bila tidur terutama tempat tidur bayi dan orang tua
4. Nyamuk Aedes ini akan terinfeksi apabila menggigit seseorang yang menderita virus chikungunya, maka penderita chikungunya sebaiknya tidur dengan menggunakan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk

Sementara hal-hal yang dapat dilakukan untuk memberantas nyamuk Aedes antara lain:
1. Buang air yang tergenang dari tempat penampungan air, tangki, drum, atau vas bunga
2. Jika memiliki kolam, buatlah agar terdapat aliran air
3. Potong rumput dan semak-semak, karena merupakan tempat persembunyian bagi nyamuk dewasa
4. Kubur atau bakar sampah-sampah yang dapat menampung air
5. Hubungi puskesmas untuk upaya pemberantasan nyamuk dewasa yaitu fogging atau pemberantasan jentik nyamuk yaitu dengan abate


Fogging

Sumber: Emedicine-Medscape, WHO

 

Pemerintah Kabupaten Badung
Dinas Kesehatan
UPT. Puskesmas Kuta I

Jl. Raya Kuta No. 117, Badung, Bali, Indonesia
Telp. (0361) 751311, Fax. (0361) 764735
Email: info@puskesmaskutasatu.com