Beranda Tentang Kami Pelayanan Download Hubungi Kami Indonesia English

Oleh:
dr. AA Istri Murwitha PA

MENGENAL INFEKSI HIV & AIDS LEBIH DINIc 
 

Rabu, 03 Oktober 2012 PadAnak Dengan Zinc

Penyakit AIDS telah dikenal secara luas oleh masyarakat,namun seringkali pengetahuan masyarakat mengenai infeksi HIV dan AIDS hanya terbatas pada permukaan saja. Oleh karena itu sangat diperlukan peran serta pemerintah terutama sektor kesehatan untuk berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV & AIDS. Selain itu, kerja sama masyarakat juga sangat memegang peranan penting dalam penurunan angka penularan infeksi HIV dan AIDS.


AIDS merupakan kependekan dari Aquired Immuno Defisiensi Syndrome, yang artinya kumpulan penyakit yang timbul akibat penurunan imunitas/daya tahan tubuh. Sementara HIV (Human Immunodefisiensi Virus), yaitu virus yang menyebabkan AIDS. Infeksi HIV dibedakan dari penyakit AIDS dari segi jangka waktu kejadiannya serta gejala yang timbul. Seseorang dikatakan menderita infeksi HIV apabila dalam tubuhnya ditemukan virus HIV (melalui pemeriksaan darah), namun belum menunjukkan gejala penyakit. sementara seseorang dinyatakan menderita AIDS apabila dalam tubuhnya ditemukan virus HIV serta telah menunjukkan gejala-gejala penyakit akibat penurunan daya tahan tubuh.


Orang yang terinfeksi HIV biasanya tidak menunjukkan gejala yang spesifik, hanya berupa perasaan lemas, sering mengalami batuk pilek atau infeksi saluran napas, kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening. Kondisi ini berlangsung hingga 5 – 10 tahun. Selama periode ini, virus HIV menurunkan daya tahan tubuh dengan menghancurkan sel CD4, yaitu salah satu sel yang berperan penting dalam imunitas. Ketika jumlah sel CD4 sudah tidak mencukupi maka berbagai jenis infeksi bakteri atau virus lain akan mudah menjangkiti. Akibatnya mulai muncul berbagai keluhan peyakit akibat penurunan daya tahan tubuh. Kumpulan berbagai keluhan penyakit inilah yang dikenal sebagai suatu syndrome. Beberapa gejala penyakit yang sering terjadi pada penderita AIDS diantaranya : batuk lama ( > 3 minggu ), panas , diare berkepanjangan, penurunan berat badan, sesak napas, infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan, serta infeksi lain.


Virus HIV paling banyak terdapat dalam darah, cairan vagina, cairan semen, serta air susu ibu. Penularan HIV terjadi melalui 4 cara, yaitu :
(1). Melalui pemakaian jarum suntik bergilir,
(2). Hubungan sexual yang tidak aman ,
(3). Melalui jalan lahir dan air susu ibu,
(4). Tranfusi darah.


Jadi berjabat tangan atau berpelukan dengan penderita HIV tidak akan mampu menularkan virus HIV.
Mengingat perjalanan infeksi HIV hingga menjadi penyakit AIDS cukup panjang, maka sangat penting apabila kita mampu mengetahui status HIV seseorang secara lebih dini. Hal itu memberi banyak keuntungan diantaranya adalah mencegah orang yang terinfeksi HIV jatuh ke kondisi AIDS, sehingga masa hidup serta kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan. Pada masa sekarang hal tersebut bukanlah hal yang mustahil, karena pemerintah telah membangun beberapa klinik khusus untuk pemeriksaan HIV yang tersebar di seluruh Indonesia. Klinik tersebut dinamakan klinik VCT (Voluntary, Counseling & Testing). Pemeriksaan HIV dilakukan secara sukarela dan didahului dengan konseling.


Terdapat 3 tahapan proses pemeriksaan HIV yang dilakukan di klinik ini,
yaitu :

(1). Konseling Pre Testing,
(2). Test HIV ,
(3). Konseling Post Testing.


Pada Konseling Pre Testing, konselor akan menggali faktor resiko klien serta mempersiapkan klien untuk kemungkinan hasil tes. Tes HIV sendiri sebagian besar menggunakan Rapid tes, sehingga hasil tes lebih cepat diketahui. Pada tahap Konseling Post Testing, konselor akan menyampaikan hasil pemeriksaan serta menyarankan langkah yang harus ditempuh klien selanjutnya baik bila hasil tes positif atau negatif. Semua tahapan pemeriksaan dilakukan secara tertutup dan bersifat rahasia. Klinik VCT tersebar di seluruh Indonesia dan untuk pemeriksaan serta konseling tidak dikenakan biaya. Untuk daerah Kabupaten Badung, klinik VCT dapat diakses di UPT Puskesmas Kuta I, UPT Puskesmas Abiansemal I, serta RSUD Badung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah Kabupaten Badung
Dinas Kesehatan
UPT. Puskesmas Kuta I

Jl. Raya Kuta No. 117, Badung, Bali, Indonesia
Telp. (0361) 751311, Fax. (0361) 764735
Email: info@puskesmaskutasatu.com