Beranda Tentang Kami Pelayanan Download Hubungi Kami Indonesia English

Oleh:
Luh Putu Novi Artati, Amd.Kep

Editor & Layout:
Tim Web UPT.Puskesmas Kuta I

MASALAH KESEHATAN UTAMA PADA LANSIA c
 

Senin, 26 September 2016 DiaradAnak Dengan Zinc

Usia lanjut adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagai mana di ketahui, ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyai kemampuan reproduksi dan melahirkan anak. Ketika kondisi hidup berubah, seseorang akan kehilangan tugas dan fungsi ini, dan memasuki selanjutnya, yaitu usia lanjut, kemudian mati. Bagi manusia yang normal, siapa orangnya, tentu telah siap menerima keadaan baru dalam setiap fase hidupnya dan mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi lingkunganya (Darmojo, 2004).


Batasan Usia menurut WHO
Lanjut Usia Meliputi :
-Usia pertengahan (middle age), yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun
-Lanjut usia (elderly), antara 60 sampai 74 tahun
-Lanjut usia tua (old), antara 75 sampai 90 tahun
-Usia sangat tua (very old), diatas 90 tahun

Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I yaitu :

  1. Immobility (kurang bergerak),
  2. Instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh),
  3. Incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar),
  4. Intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia),
  5. Infection (infeksi),
  6. Impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit),
  7. Impaction (sulit buang air besar),
  8. Isolation (depresi),
  9. Inanition (kurang gizi),
  10. Impecunity (tidak punya uang),
  11. Iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan),
  12. Insomnia (gangguan tidur),
  13. Immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun),
  14. Impotence (impotensi).


Masalah kesehatan utama tersebut di atas yang sering terjadi pada lansia perlu dikenal dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan untuk mencapai derajat kesehatan yang seoptimal mungkin.

Ada 7 penyakit kronik degeneratif yang kerap dialami para lanjut usia, yaitu:
1. Osteo Artritis (OA)
OA adalah peradangan sendi yang terjadi akibat peristiwa mekanik dan biologik yang mengakibatkan penipisan rawan sendi, tidak stabilnya sendi, dan perkapuran. OA merupakan penyebab utama ketidakmandirian pada usia lanjut, yang dipertinggi risikonya karena trauma, penggunaan sendi berulang dan obesitas.

2. Osteoporosis
Osteoporosis merupakan salah satu bentuk gangguan tulang dimana masa atau kepadatan tulang berkurang. Terdapat dua jenis osteoporosis, tipe I merujuk pada percepatan kehilangan tulang selama dua dekade pertama setelah menopause, sedangkan tipe II adalah hilangnya masa tulang pada usia lanjut karena terganggunya produksi vitamin D.

3. Hipertensi
Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih tinggi dari 90mmHg, yang terjadi karena menurunnya elastisitas arteri pada proses menua. Bila tidak ditangani, hipertensi dapat memicu terjadinya stroke, kerusakan pembuluh darah (arteriosclerosis), serangan/gagal jantung, dan gagal ginjal

4. Diabetes Mellitus
Sekitar 50% dari lansia memiliki gangguan intoleransi glukosa dimana gula darah masih tetap normal meskipun dalam kondisi puasa. Kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes melitus, dimana kadar gula darah sewaktu diatas atau sama dengan 200 mg/dl dan kadar glukosa darah saat puasa di atas 126 mg/dl. Obesitas, pola makan yang buruk, kurang olah raga dan usia lanjut mempertinggi risiko DM. Sebagai ilustrasi, sekitar 20% dari lansia berusia 75 tahun menderita DM. Beberapa gejalanya adalah sering haus dan lapar, banyak berkemih, mudah lelah, berat badan terus berkurang, gatal-gatal, mati rasa, dan luka yang lambat sembuh.

5.Dimensia
Merupakan kumpulan gejala yang berkaitan dengan kehilangan fungsi intelektual dan daya ingat secara perlahan-lahan, sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari.

6. Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling sering terjadi pada usia lanjut. Adanya riwayat keluarga, usia lanjut, penyakit vaskular/pembuluh darah (hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi), trauma kepala merupakan faktor risiko terjadinya demensia. Demensia juga kerap terjadi pada wanita dan individu dengan pendidikan rendah .

7. Penyakit jantung koroner
Penyempitan pembuluh darah jantung sehingga aliran darah menuju jantung terganggu. Gejala umum yang terjadi adalah nyeri dada, sesak napas, pingsan, hingga kebingungan.

KEGIATAN di KELOMPOK LANSIA
Pemeriksaan aktifitas sehari-hari

  1. Pemeriksaan status mental
  2. Pemeriksaan status gizi
  3. Pengukuran tekanan darah,denyut nadi
  4. Pemeriksaan gula darah,uric acid,kolesterol
  5. Pelaksanaan rujukan ke puskesmas
  6. Penyuluhan kesehatan
  7. Kunjungan kader dan tenaga kesehatan kerumah Lansia yg tidak datang



KEGIATAN TAMBAHAN di KELOMPOK LANSIA

Pemberian makanan tambahan berupa susu proten dari Dinkes Kabupaten, kacang ijo/snack/nasi dari swadaya banjar

  • Kegiatan olahraga berupa senam tera, jalan santai
  • Kerohanian berupa tirtayatra, darma wacana
  • Rekreasi berupa jalan-jalan ke tempat pariwisata
  • Penyaluran dan pengembangan hobi seperti: mekekawin,mejangeran

 


 

Sumber :

http://lansiasumsel.blogspot.co.id/2014/04/kumpulan-artikel-kesehatan-lansia.html?m=1

http://artikel.sabda.org/empat_belas_masalah_kesehatan_utama_pada_lansia

             

Pemerintah Kabupaten Badung
Dinas Kesehatan

UPT. Puskesmas Kuta I

Jl. Raya Kuta No. 117, Badung, Bali, Indonesia
Telp. (0361) 751311
Email: info@puskesmaskutasatu.com