Beranda Tentang Kami Pelayanan Download Hubungi Kami Indonesia English

 

Oleh:
dr. Putu Jerry Eka Rahayu P.

Editor & Layout:
dr. A.A. Gde Putra Semara Jaya

Obati Diare pada Anak dengan Zinkc
 

Sabtu, 23 Januari 2010 Diare PadAnak Dengan Zinc

Sering keceriaan seorang anak terganggu karena terserang diare. Diare pada anak cukup sering terjadi, dikatakan bahwa anak menderita 1,3 kali pertahunnya. Walaupun angka kematian akibat diare di Indonesia sudah sangat menurun selama empat dekade terakhir tetapi angka kejadian diare masih tetaplah tinggi.

Diare adalah buang air besar yang tidak normal dan bentuknya encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya. Pada neonatus dikatakan diare jika buang air besar lebih dari empat kali dan pada bayi lebih dari 1 bulan dikatakan diare jika buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare akut bervariasi dari ringan sampai berat.

Penyebabnyapun bervariasi, paling sering adalah akibat adanya infeksi tetapi terdapat juga penyebab lain seperti malabsorbsi dan gangguan usus lainnya. Kebanyakan diare akut dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi penatalaksanaan yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi dari diare seperti dehidrasi. Kebanyakan anak-anak dengan diare di indonesia akan dirawat dirumah terlebih dahulu selama 1 atau 2 hari dengan pemberian cairan. Lalu jika belum ada perbaikan atau pengasuh anak merasa khawatir barulah anak dibawa ke dokter umum atau bidan. Di dokter umum atau bidan anak-anak tersebut memperoleh pengobatan berupa antidiare,antibiotik dan vitamin. Lalu jika tidak ada perbaikan barulah anak dibawa kerumah sakit dan mendapat cairan infus serta tambahan antibiotik lain. Begitulah kira-kira gambaran pengobatan diare di Indonesia selama ini.

Sejak tahun 1970-an diare diobati dengan pemberian terapi rehidrasi oral (oralit) tetapi sejak beberapa ,tahun yang lalu mulai diperkenalkan terapi diare terbaru yaitu dengan menggunakan zinc dan telah terbukti efektif mengatasi diare di beberapa negara. Mekanisme zinc mengatasi diare masih belum jelas tetapi menurut Olivier Fontaine, seorang dokter spesialis yang mempelajari banyak tentang diare yang bekerja untuk WHO menyatakan bahwa mineral adalah bahan yang sangat penting dalam pembentukan hampir 300 buah enzim sehingga pengkonsumsian zinc akan meningkatkan immunitas dan mencegah kematian akibat diare. Manfaat zinc pada pengobatan diare juga telah diakui lembaga kesehatan dunia WHO (World Health Organisation) bahkan pada bulan mei tahun 2004 WHO bersama The United Nations Children’s Fund (UNICEF) mengumumkan kesepakatan untuk mengurangi anggka kematian akibat diare di dunia dengan mengubah penggunaan cairan rehidrasi oral yang lama menjadi cairan rehidrasi oral yang memiliki osmolaritas rendah (hipoosmolar) dan penggunaan zinc sebagai terapi tambahan untuk diare yang diberikan selama 10-14 hari. Kedua cara ini dinilai efektif karena dapat mengurangi lamanya diare, tingkat keparahan diare dan mencegah berulangnya kejadian diare 2-3 bulan setelah pengobatan. Selain itu kedua cara itu juga dinilai sederhana dan murah. Zinc tidak hanya efektif pada diare akut tetapi juga sangat efektif mengurangi lamanya diare pada diare persisten dan dianjurkan sebagai terapi tambahan pada diare berdarah/shigelosis. Di indonesia pemberian zinc bersama cairan rehidrasi oral hipoosmolar juga direkomendasikan juga oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Sebenarnya penggunaan zinc sebagai terapi pada diare akut anak di indonesia sudah mulai diperkenalkan sejak bulan februari 2007. pengenalan zinc sebagai obat diare dimulai pada anak-anak korban tsunami di Aceh yang mengalami diare saat itu dan hasilnya cukup memuaskan. Pemberian zinc juga dilakukan pada anak-anak yang mengalami diare saat bencana gempa di Yogjakarta dan banjir di Jakarta.

Zinc tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, bentuk tablet adalah tablet dispersible yang dalam waktu 30 detik atau kurang dari 60 detik telah larut dalam 5 ml air putih atau air susu. Cara pemeberiannya tergantung pada umur anak yaitu untuk anak berusia kurang dari 6 bulan diberikan zinc sebanyak 10 mg sekali sehari selama 10-14 hari, sedangkan pada anak yang berusia lebih dari 6 bulan diberikan sebanyak 20 mg sekali sehari selama 10- 14 hari.

Terapi diare dengan pemberian cairan rehidrasi oral hipoosmolar dan zinc telah terbukti efektif dalam pengobatan diare tetapi edukasi kepada si ibu atau pengasuh juga harus tetap diberikan untuk mencegah kematian pada anak akibat diare. Edukasi yang penting diberikan seperti segera berikan cairan rumah tangga (susu,air putih,kuah dan lain-lain) terlebih dahulu saat anak mulai diare dan teruskan menyusui. Semua upaya itu bertujuan untuk mencegah komplikasi dari diare terutama dehidrasi.

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, tidak salah jika saat ini zinc telah dipakai hampir diseluruh dunia bersama cairan rehidrasi hipoosmolar untuk mengatasi diare karena terbukti efektif dan murah dalam mengatasi diare terutama pada anak.


Klik disini untuk melihat poster tatalaksana diare.

Sumber: www.who.int, www.idai.co.id, www.zinc-health.org

             

Pemerintah Kabupaten Badung
Dinas Kesehatan
UPT. Puskesmas Kuta I

Jl. Raya Kuta No. 117, Badung, Bali, Indonesia
Telp. (0361) 751311, Fax. (0361) 764735
Email: info@puskesmaskutasatu.com